Kalangan
pelajar sekolah kejuruan Indonesia telah mampu mengembangkan sepeda
listrik. Dalam ujicoba salah satu sepeda listrik, Seti 26 (Sepeda
Listrik SMKN 26 Jakarta) dapat melaju dengan kecepatan 39,3 Km/jam.
Meski terbatas waktu dalam pembuatan sepeda alternatif ini, kreativitas
para siswa SMK tersebut terwujud.
Seperti apa spesifikasi dan tenaga gerak sepeda listrik besutan generasi muda ini? Berikut paparannya.
Sepeda listrik berwarna kuning ini menggunakan baterai dari aki basah GS Astra jenis 12N10-38 dengan output
24 volt 10 ampere. Kekuatan sepeda ini mampu melaju dengan kecepatan
rata-rata 20 Km/jam dengan jarak tempuh 10 km. Kapasitas yang diharapkan
70 kg.
Untuk pengisi baterai sepeda ini menggunakan charger jenis SUOER MAD-122A dengan pengisian selama 120 menit sampai penuh. "Recharging
selama 1 jam baterai bisa terisi hanya 30 persen, kalau pakai listrik
mencapai 2 jam sampai penuh," papar Fajar Rizky, Siswa Kelas XII SMKN 26
Jakarta usai ujicoba sepeda listrik di Kompleks Gelora Bung Karno,
Senayan, Selasa 23 Oktober 2012.
Jika daya listrik mengalami kendala, sumber daya bisa menggunakan tenaga gerak pedal, yang otomatis melakukan recharging saat digerakkan. Menurut Fajar, jika menggunakan tenaga pedal proses pengisian baterai menjadi tambah lama, mencapai 4 jam. Untuk daya penggerak, sepeda ini menggunakan Motor DC LEESON dengan daya 3300 rpm, 1/3 HP dengan input 24 VDC 10 ampere.
Fitur yang disertakan dalam sepeda ini yaitu lampu sen, speedometer digital, lampu sorot, control speed, indikator arus baterai, auto charging, auto ride serta LED display.
Kendali panel ditempatkan di atas kemudi. Sedangkan untuk tegangan
dapat dipilih 24 volt maupun 12 volt, begitu juga kecepatan maksimal
yang diinginkan dapat disesuaikan. Fitur auto charging memungkinkan sepeda terisi secara otomatis saat pengguna melakukan gowes sepeda.
"Pastikan semua saklar di sepeda dalam kondisi off, kemudian tekan on
pada saklar motor charger, terus gowes sesuai keinginan, lama kelamaan
baterai akan terisi kembali," jelasnya. Sedangkan fitur auto ride
memungkinkan sepeda melaju otomatis tentu dengan kecepatan maupun
tegangan yang diinginkan.
Ke depan ia bersama timnya akan
mengembangkan dari sisi baterai ke model baterai lithium yang lebih
bagus. "Kami saat ini pakai aki basah, karena terbatas waktu hanya satu
bulan, cari lithium tidak mudah. Kami gunakan aki ini biar jika ada
kerusakan, biayanya bisa murah. Kita tes dulu bisa kuat atau nggak,"
ujarnya.
Selain mengembangkan baterai, desain sepeda juga akan dikembangkan, agar dapat lebih nyaman.
"Ke depan ukuran lebih besar dan bisa buat boncengan," harapnya. Meski masih sangat sederhana, sepeda karya timnya mampu melaju 5
putaran stadion Gelora Bung Karno dengan kecepatan maksimal mencapai
39,3 Km/jam. Untuk membuat sepeda ini, timnya telah merogoh kocek Rp 3,5 juta.
Sumber: VivaNews
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar